Jumat, 13 Juli 2018

Cerita Perjalanan Nge Trip Ke Tegal Panjang

Liburan natal (emang kapan kerjanya) kemaren gw nge-trip ke Tegalpanjang, Pangalengan. Sebetulnya trip ke Tegal Panjang kemaren gak direncanain karena awalnya gw mau explore Banyuwangi, sekalian ‘ngerayaain’ satu momen penting yang berhasil gw raih. Tapi kerana dua dan tiga hal gw terpaksa membatalkan trip ke Banyuwangi. Hmmmmmmmmmmm T_T . Padahal tiket sudah dibeli jauh jauh hari, tapi ya sudahlah lah belum waktunya ke sana. God has another plan, perhaps.

Sampai akhirnya gw nemu info hiking ke Tegalpanjang di group KPGB. Nah karena trip ke Tegalpanjang sebelumnya batal, akhirnya gw mantap ikut trip ini. Gw ajak semua temen nge-trip buat join tapi gak ada yang mau join. Sempat ragu antara ikut explore pantai selatan Jawa Barat bareng Iqbal dan Kang Eka, akhirnya gw mutusin tetep ke Tegalpanjang walau cuma sendiri. Kalo ke pantai bisa lain waktu sementara ke Tegalpanjang, gw gak yakin bisa lagi kalo gak ikut sekarang.

Tegal panjang terletak di balik kaki Gunung Papandayan, perbatasan antara Pangalengan, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut. Trip kali ini dibuat oleh tim KPGB dengan peserta sekitar 48 orang. Kabar beredar untuk bisa camping di sana cukup rumit karena tidak bisa sembarang orang masuk dan harus minta izin langsung ke BKSDA Jawa Barat. Kawasan Tegalpanjang merupakan savanna padang rumput ilalang yang dikelilingi hutan. Nah hutan di kawasan ini merupakan hutan konservasi dan observasi. Dengan alasan alasan itulah gw ngerasa harus ikut trip ini. For me, it’s like now or never. Gw cukup bayar 100rb untuk transport dan SIMAKSI sementara untuk logistik bawa masing-masing.

Savanna Ilalang di Tegalpanjang
Sesuai kesepakatan, meeting point adalah di Museum Sri Baduga, Tegalega Bandung jam 2 siang. Dari jam 2 gw udah standy by tapi tak ada tanda-tanda tim yg mau berangkat. Oh ya transport ke sana menggunakan truk TNI yang biasa disewa, bukan truk pasir macam waktu ke Ciletuh ya hehehehe.  Dua jam menunggu akhirnya tim datang juga. Rupanya tim berkumpul duku di RK (Rumah Komunitas) KPGB . Sebelum berangkat semua peserta diabsen dulu dan berdoa. Di sini gw ngerasa kek outsider banget karena gak ada seorang pun yang gw kenal. Well, that’s the challenge I supposed.

Tim pun berangkat menuju Pangalengan. Kami bermalam di sekitar mesjid yang menjadi titik tolak menuju ke Tegalpanjang. Udara di Pangelangan bener-bener dingin, jauh lebih dingin dibanding Lembang atau Ciwidey. Berada di Pangalengan bikin gw inget sama kampung halaman bapak di daerah perkebunan Sinumbra Ciwidey. Dullu hampir tiap tahun gw sama keluarga ke sana untuk nengok Bapak Aki (Kakek) dan kerabat bapak di sana.

Pagi kami sudah siap menuju Tegalpanjang. Setelah sarapan, senam pagi dan berdoa kami siap berangkat. Di sini lah momen di mana gw harus bisa ‘get along’ dengan mereka. Gw berkenalan dengan Mang Cuher, yang ternyata adalah keponakan tetangga gw, Yudi, Pedro, Kang Ari, Uwak Gegep dan Uwak Haji yang adalah goweser, dan member KPGB lain. 

Perjalanan menuju Tegalpanjang melintasi kebun teh dan kebun sayuran warga sebelum masuk ke hutan dengan perkiraaan waktu perjalanan sekitar 4-6 jam. Trekking diselingi istirahat berkali kali yang cukup lama serta untuk makan siang.

Suasana perjalanan menuju Tegalpanjang
Akhirnya, sekitar pukul 2 kami tiba di tepi hutan Tegalpanjang. That view is really stunning. Sejauh mata memandang terlihat hamparan padang savanna ilalang yang dikelilingi hutan serta gunung. Kami beristirahat sebentar dan tentuntya berfoto ria dengan latar savanna ini lalu lanjut buka tenda. Oh ya di sini momen menyebalkan terjadi. Tak diduga tak dinyana, gw disengat lebah sampai bengkak dan badan merinding panas dingin.

Setelah tenda jadi, gw istirahat meregangkan otot otot. Untung gw bawa tenda sendiri, jadi gak perlu nebeng ditenda orang. Dan karena gak ada temen gw sendirian aja. The tent is all mine and I got my privacy :). Setelah istirahat sebentar, perut mulai lapar. Karena gw gak bawa kompor dan peralatan masak, gw nebeng masak di temen temen yang lain. Di sini lah serunya camping, ada rasa berbagi dan kebersamaan. Sambil masak gw ngobrol ngobrol dengan Uwak Haji dan Yudi yang tendanya tetanggaan sama tenda gw. Seruuuu folks, gw banyak belajar dari cerita-cerita merak. Mulai dari jatuh nagun bisnis si Uwak sampai pengalaman gowes dia sampai ke puncak Rinjani. Pas lagi makan, datang rekan goweser uwak haji yaitu Kang Dodi. Kang Dodi ke Tegalpanjang lewat Gunung Papandayan. Untuk cerita gw ke Papandayan bareng kang Dodi akan gw ceritain di post selanjutnya.

Camping ceria lanjut masak-masak

Sore menjelang sunset gw sama tim seperti biasa berfoto-foto ria mengabadikan momen. Sayang kamera hp gw gak terlalu OK, tapi lumyan lah sekedar buat dokumentasi. Dan tentunya nebeng di kamera orang biar lebih kece wkwkwkwkwk.


Setelah makan malam, acara selanjutnya api unggun sambil bersoasialisasi dengan temen-temen lain. Nah ini yg gw tungu-tunggu. Pengen banget ngerasaain lagi hangatnya api unggun di tengah hutan sambil ngeteh atau minum susu coklat panas. Kereeeennnn folks, nothing can beat the moment!!!!

Related Posts

Cerita Perjalanan Nge Trip Ke Tegal Panjang
4/ 5
Oleh